Jumat, 23 Januari 2015

Gaya Pacaran Remaja Masa Kini Makin Permisif..?


Perkembangan biologis dan ketertarikan terhadap pada lawan jenis merupakan hal normal pada tumbuh kembang remaja. Melirik lawan  jenis dan ingin tampil menarik juga merupakan perkembangan yang normal. Tapi setelah ‘remaja galau’ ini saling tertarik, jatuh cinta, dan saling ‘nembak’, selanjutnya lalu apa? Survei Komisi Nasional Perlindungan Anak di 33 provinsi pada tahun 2008 menyebut, siswa SMP dan SMA yang menonton film porno sebanyak 97%. Saat bepacaran, remaja yang melakukan ciuman, masturbasi, dan oral seks sebanyak 93.7%. Siswa SMP yang sudah tidak perawan tercatat  62.7%, dan yang pernah aborsi mencapai 21.2%.  


Survei yang tak kalah mengejutkan juga dilakukan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia pada tahun 2012, yang menyebut bahwa 60% remaja  melakukan hubungan seks pranikah di rumah orang tuanya sendiri. Remaja-remaja ini rupanya tahu persis kapan orang tua mereka pergi bekerja dan kapan pulangnya. Mereka melakukan di rumah  mungkin karena belum punya cukup uang atau tak berani untuk melakukannya di hotel atau losmen. Selain itu, karena kedua orang tua bekerja, di rumah hanya ada Si Mbak, sementara kontrol sosial semakin longgar.


Nyatanya hubungan seks yang belum waktunya dilakukan itu bisa dengan leluasa mereka lakukan. Pada masyarakat urban, remaja yang melakukan hubungan seks pranikah jumlahnya lebih banyak. Kedua orang tua mereka bekerja, tidak ada yang mengawasi. 



Diakui atau tidak, orang tua kerap mengalami kendala saat ingin berbicara soal seks dengan remaja mereka. Masih melekat pandangan bahwa ‘ngomong soal seks itu tabu’, kurangnya pengetahuan, atau tidak tahu bagaimana memulainya. Padahal membicarakan masalah seksualitas dengan remaja dapat dilakukan dari berbagai sudut pandang. “Tak hanya soal menstruasi dan mimpi basah.  Bisa juga soal menjaga kebersihan vagina atau penis di usia praremaja, cara berpakaian yang sopan, tidak gampang menunjukkan bagian tubuh yang sensitif mengumbar nafsu, melindungi bagian tubuh tertentu agar tidak disentuh oleh orang lain, atau cara bersikap asertif dalam berteman. Ketika anak sudah lebih besar, sudah  17 tahunan, obrolan bisa lebih ditingkatkan. Misalnya, kalau mereka punya pacar, inginnya yang seperti apa,” ujar Yudiana Ratna Sari, M.Si  atau Sari dari  Universitas Indonesia. Sebab kadangkala pengetahuan anak tentang seksualitasnya sudah lebih jauh dari sekadar menstruasi dan mimpi basah. 



Kurangnya informasi  dari keluarga tentang perkembangan seksualitas pada remaja laki-laki didasari pada pemikiran yang keliru dari generasi ke generasi. “Orang tua menganggap anak perempuan harus diawasi lebih ketat dan diberi bekal yang cukup, karena berisiko dihamili. Sementara anak laki-laki cenderung lebih ‘aman’ karena tidak bisa hamil,” papar psikolog yang juga ibu dari tiga remaja ini. Pandangan inilah yang sudah waktunya diluruskan. “Baik anak perempuan maupun anak laki-laki punya tanggung jawab yang sama. Dihamili ataupun  menghamili, tanggung jawabnya sama.  Orang tua harus paham ini dulu, baru menjelaskannya pada anak remajanya,” tandas Sari.   



Bila remaja putri diajar menjaga dirinya, remaja laki-laki juga harus diajari  mengelola kelaminnya. Sebab dalam banyak kasus, laki-laki adalah pihak yang aktif merayu perempuan agar bersedia memenuhi dorongan seksualnya dengan berbagai alasan, misalnya untuk membuktikan kesungguhan cinta mereka.



“Kunci menjadi orang tua bagi anak remaja adalah komitmen,” Sari menegaskan. Komitmen untuk memberi mereka cara hidup yang baik, yang tidak mempan digerus zaman. Juga dibutuhkan keterampilan berkomunikasi lewat bahasa mereka. Sangat mungkin di hadapan orang tua atau guru, remaja Anda terlihat baik dan polos. Tapi kalau mau tahu yang sebenarnya, coba diam-diam menyimak obrolan di antara mereka. Bahasa remaja ternyata banyak yang menunjukkan bahwa sebenarnya mereka sudah cukup ‘kenal seks’. Misalnya istilah ML untuk make love (di Jawa Barat marak istilah ‘gejol’), making out untuk ciuman dan pelukan, dry sex untuk bercumbu dengan pakaian lengkap, bokep untuk tontonan porno,  dan banyak lagi.  Jangan langsung percaya begitu saja bahwa remaja pria Anda mau makan duren ketika dia berkata pada teman lelakinya, “Yuk, kita belah duren.” Ini artinya ajakan untuk ML, entah dengan siapa.



Membuka diri untuk memahami bahasa remaja merupakan salah satu cara untuk menyelami dunia mereka, dan kita harus siap membuka diri, dan jalankan komitmen berdasarkan keselamatan anak. “Yang pertama, kenali dulu anak kita sendiri. Caranya, jangan mengambil jarak dengan mereka, ikuti bahasa mereka, gunakan istilah mereka. Yang kedua,  kenali teman-temannya. Biarkan teman-teman anak kita datang ke rumah, lalu tanyakan kepada anak kita mengapa dia mau berteman dengan mereka. Setelah mengenal teman-temannya, cari tahu kemana mereka pergi,” saran Sari.  Jangan enggan bertanya kepada anak, kemana mereka akan pergi. Meski endingnya kurang enak, misalnya malah jadi bertengkar  karena anak merasa diteropong. 

Rabu, 12 November 2014

Tips Usaha Sampingan Agribisnis Lahan Sempit Modal Sedikit Uang Selangit



Usaha sampingan agribisnis
sempit tidak sulit . Sesuaikan saja dengan luas lahan yang tersedia dan kantong tebal . Jika anggaran yang besar dan tanah yang luas , dapat menerapkan sistem hidroponik di rumah kaca  . Jika tidak , pola agribisnis lahan sempit yang sederhana bisa menjadi pilihan .

Tips usaha sampingan agribisnis lahan sempit

Dalam sistem konvensional tidak selalu monoton penanaman dalam pot atau polybag , jenis barang bekas botol air mineral dan pralon  dapat digunakan sebagai wadah . Media bisa ditanam tanah, sekam padi , serbuk gergaji , atau pasir .
Memilih teknik hidroponik tentu butuh biaya besar . Namun, sistem konvensional juga bagi sebagian orang tidak menarik karena tanah harus ditutupi .Mengembangkan hydro tumbuh sistem kotak pertanian . Di atas serbuk gergaji Media pasir dicampur , ia menanam paprika , kale , terong , jagung manis , dan pakcoy . ” Dari luas kotak 13 m² , per sekali panen ,dapat menghasilkan 60 kg. Panen periode ini cukup cepat . Karena pembibitan hingga siap panen hanya mengambil satu bulan .
Sebagai wadah , bangunan petak dibatasi batu bata . Wadah itulah yang ia sebut sebagai boks . Bervariasi dalam ukuran , tergantung pada luas lahan . Di halaman rumah bisa membuat sebuah kotak berukuran 1,5 x 9 m, bahan yang paling dibutuhkan senilai 200 ribu ,Untuk mengukur luas kotak, 28 karung ditaburi campuran pasir dan serbuk gergaji , dengan perbandingan 3 : 1. Sebelum dicampur , diayak batu pasir dan kerikil untuk memisahkan . Namun, sebelum digunakan , terlebih dahulu harus direndam dalam air tawar untuk menghilangkan kandungan garam .
Sebelum penanaman menabur benih dalam kotak kecil berukuran 50 cm x 50 cm x 8 cm , dengan media yang sama . Setelah dua minggu , bibit ditanam ke dalam kotak . Setiap kotak dapat menampung 230 bibit atau kapasitas setara dengan tiga kotak pembibitan .
Selama budidaya hanya pupuk dua kali . Satu kali di pembibitan dan sekali di tanah . ” Per kotak , menggunakan 15 gram campuran kapur ditambah pupuk NPK dan pupuk khusus ( pupuk cair buatan sendiri )  pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya sayuran sangat menjanjikan , jika dilakukan serius untuk selai panen . Meskipun harga sekitar Rp 2.000 per kg, nominal yang signifikan untuk uang belanja ekstra .
Sistem Vertikultur
usaha sampingan
Keunggulan dari Sistem Pertanian vertikultur Adalah : 1 ) efisiensi penggunaan lahan karena yang ditanam jumlahnya lebih banyak, dibandingkan Sistem konvensional , ( 2 ) penghematan pemakaian pupuk Dan Pestisida , ( 3 ) kemungkinan tumbuhnya rumput dan gulma lebih kecil, ( 4 ) dapat dipindahkan ke tempat lain lebih mudah karena Tanaman diletakkan Dalam Wadah tertentu , ( 5 ) pemantauan mempermudah / Pemeliharaan Tanaman .
Tanaman Yang dapat ditanam Beroperasi vertikultur Suami Banyak, Sangat , biasanya Dari Komoditas Sayuran , Tanaman hias ataupun Komoditas Tanaman obat . Dari Komoditas Sayuran sawi , Kucai , pakcoi , kangkung , bayam , kemangi , caisim , seledri , Selada bokor dan bawang daun . Budidaya Tanaman Sayuran Beroperasi vertikultur Suami dapat dilakukan di pekarangan Rumah untuk  memenuhi Kebutuhan Pangan dan gizi keluarga dan  meminimalisirkan pengeluaran Keluarga .
Penyemaian dan Penanaman :
Untuk menanam benih kangkung dan bayam bisa ditanam langsung di selokan media tanam . Untuk lada , terong , paprika , biji mustard harus ditanam dulu . Namun, karena ukuran kecil talang , apa jenis tanaman yang akan ditanam harus menjadi perhatian . Tanaman yang bisa ditanam biasanya tanaman daun antara lain bayam , kangkung dan sawi .

Bagaimana persemaiannya benih direndam dalam air hangat ( ± 50ÂșC ) selama 1 ( satu ) jam . Berkecambah benih ke dalam penanaman bak plastik menengah atau nampan , setelah tanaman memiliki daun antara 4-5 helai , bibit dapat dipindahkan langsung ke selokan .
Pemindahan bibit ke media selokan harus sangat berhati-hati , menjaga tanah masih menempel pada akar tanaman . Lakukan penanaman pada sore hari atau di pagi hari dengan cara merendam tanaman untuk membatasi leher akar .

Pemeliharaan :

Penyiraman dilakukan dua ( 2 ) kali sehari yaitu pagi dan sore
Stitching dilakukan ketika ada tanaman yang mati
Pemupukan bisa dilakukan dengan dua cara :
Dengan menggunakan pupuk cair ( NPK ) lengkap sebanyak satu ( 1 ) gram dilarutkan dalam 1 (satu ) liter air dan disemprotkan ke daun tanaman sebanyak 100-250 cc tergantung pada usia tanaman atau tumbuhan dengan interval 1-2 minggu .
Dengan menggunakan NPK yang disemprotkan pada tanaman bukan media tanam . Dosis yang dianjurkan pupuk untuk fase pertumbuhan adalah 2 sendok makan NPK / 10 liter air ( 1 ember ) atau campuran urea + SP36 + KCl dengan perbandingan 2 : 1 : 1 .
Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara konvensional / mekanis dengan menarik atau memotong tanaman yang terserang hama . Hindari penggunaan pestisida dan ketika terpaksa menggunakan pestisida selektif dan bijaksana .

Demikian lah bebrapa Tips usaha sampingan agribisnis lahan sempit
Salam Hangat

Source : http://usahasampingan001.blogspot.com/2014/11/usaha-sampingan-agribisnis-lahan-sempit.html

Suatu ketika, aku pernah harus merelakan sesuatu Sesuatu yang sama sekali tidak ingin kulepas Butuh proses yang cukup kuat untuk bisa meyaki...